Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ
Perjalanan Agung yang Meneguhkan Iman dan Kewajiban Shalat
Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Peristiwa ini adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad ﷺ yang terjadi dalam satu malam, sebagai bukti kekuasaan Allah SWT dan kemuliaan Rasul-Nya. Isra Mikraj bukan sekadar kisah spiritual, tetapi memiliki dampak besar terhadap akidah dan syariat umat Islam, terutama kewajiban shalat lima waktu.
Pengertian Isra dan Mikraj
Perjalanan ini terjadi secara nyata, dengan jasad dan ruh Nabi ﷺ, dalam satu malam.
Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mikraj :
Allah SWT secara tegas menyebutkan peristiwa Isra dalam Al-Qur’an:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”(QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa Isra adalah peristiwa nyata, bukan mimpi, karena Allah menggunakan kata “bi ‘abdihī” (dengan hamba-Nya), yang menunjukkan jasad dan ruh.
Dalil Hadits Shahih tentang Isra Mikraj:
Peristiwa Isra Mikraj dijelaskan secara rinci dalam banyak hadits shahih, di antaranya:
Dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku didatangi Buraq… lalu aku dibawa ke Baitul Maqdis. Kemudian aku naik ke langit dunia hingga langit ketujuh…”(HR. Bukhari no. 3207 dan Muslim no. 162)
Hadits ini menegaskan perjalanan Isra dan Mikraj secara berurutan dan detail.
Dalam peristiwa Mikraj, Allah SWT mewajibkan shalat:
“Allah mewajibkan kepada umatku shalat lima puluh kali. Kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu…”(HR. Bukhari no. 349 dan Muslim no. 162)
Walaupun hanya lima waktu, pahalanya tetap setara dengan lima puluh shalat.
Hikmah dan Pelajaran Isra Mikraj
Beberapa hikmah besar dari peristiwa Isra Mikraj antara lain:
1.Peneguhan keimanan
Isra Mikraj menguji keimanan kaum Muslimin. Orang beriman menerima dengan yakin, sementara orang kafir mengingkarinya.
2. Kedudukan shalat
Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diwajibkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara, menandakan kedudukannya yang sangat agung.
3. Penghiburan Rasulullah ﷺ
Peristiwa ini terjadi setelah Nabi ﷺ mengalami masa sulit (‘Aamul Huzn), sebagai bentuk penguatan dan kemuliaan dari Allah SWT.
4. Persatuan risalah para nabi
Nabi Muhammad ﷺ menjadi imam shalat bagi para nabi di Masjidil Aqsha, menegaskan bahwa Islam adalah penyempurna risalah sebelumnya.
Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi merupakan fondasi penting dalam akidah dan ibadah umat Islam. Melalui Isra Mikraj, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya, memuliakan Rasul-Nya, dan mewajibkan shalat sebagai tiang agama. Oleh karena itu, memperingati Isra Mikraj hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat iman dan memperbaiki kualitas shalat kita.